Kamis, 01 Mei 2008

Masalah Minum Air Dan Aturan Nya

RE: [MLDI] Bahaya minum 8 gelas sehari, hoax atau bukan ? --> Bukan hoax tapi harus dicermati!

Dr. Duddy M. Djajadisastra
Thu, 03 Oct 2002 13:35:48 -0700

Ada baiknya tulisan tersebut dibaca dengan hati-hati dan berulang-ulang
(khususnya untuk orang awam), maka yang dimaksud dari dua tulisan di
bawah ini kurang lebih demikian :

- Tubuh kita butuh air sebagai bagian dari metabolisme tubuh.

- Ginjal berfungsi untuk menjaga kesetimbangan kebutuhan air harian.
Artinya saat tubuh kita kekurangan air, maka ada mekanisme tertentu
untuk menjaga tubuh agar metabolisme tetap berjalan. Kalau tidak ada
mekanisme tersebut, sudah barang tentu akan menimbulkan kekacauan
metabolisme (minimal rasa lemas). Contohnya waktu puasa, mungkin air
yang diminum jumlahnya sama, tapi penyebarannya sedemikian rupa sehingga
tidak merata. Meski demikian tidak banyak gangguan yang berarti kan?

- Pada saat ginjal kita mengalami penurunan fungsi (artinya rusak
sebagian), maka pengaturan minum harus lebih ketat. Karena masuknya
cairan berarti beban tambahan untuk ginjal, apalagi bila berlebihan!
Mungkin secara sederhana, kebutuhan cairannya dihitung secara ketat.
Umumnya setiap hari, kita kehilangan cairan melalui keringat (yang
seringkali tidak tampak, disebut sebagai IWL - "insensible water
losses") sekitar 500 cc. Jumlah ini dapat meningkat bila aktifitas
bertambah atau berolahraga berat. Jadi jumlah 500 cc untuk diminum
sehari adalah keharusan. Nah, selebihnya bisa ditambah bila dia
berkemih, sebaiknya air seninya itu ditampung agar jumlah air yang
diminum kemudian sama dengan jumlah air yang keluar sebelumnya.

- Sudah disebutkan dengan jelas bahwa ginjal sehat dapat mentoleransi
asupan cairan sampai 1500 - 2000 cc. Jadi kalau :
* ginjalnya sakit, tentu kebutuhannya akan harus disesuaikan
bukan?
* gelasnya cap gentong yang bisa menampung 600 cc per gelas -->
kan bisa kebanyakan, ya?
* aktifitas bertambah, tentu harus banyak minum kan?

- Meski demikian, pada ginjal sehat, meski kita minum sebanyak-banyaknya
tidak terlalu membahayakan, paling-paling tidak nyaman, karena kembung,
perutnya sakit dan rasa tidak nyaman lainnya. Nah, kalau di-infus, itu
bisa bahaya! Karena, seseorang yang diare dan muntah-muntah saat masuk
RS, kemudian dia di-infus, bila berlebihan cairan infusnya --> orang
tersebut bisa meninggalkan rumah sakit karena kelebihan cairan (tanpa
bisa dicegah, karena orang tersebut sudah meninggal beneran).

- Jadi Dian tidak perlu terlalu khawatir bila minum banyak. Gak bahaya
kok. Cuma, kalau sakit ginjal ya... harus lebih hati-hati. Oh ya, tubuh
kita cukup sensitif bila terjadi ketidakberesan. Masalahnya hanya apakah
kita memperhatikannya?

Jagalah ginjal anda dengan baik. Jangan minum obat sembarangan dan
jangan lupa cukup minum (jangan nunggu haus lho!)


Salam,

Dr. Duddy

-----Original Message-----
From: dian [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 03 Oktober 2002 8:56
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [MLDI] Bahaya minum 8 gelas sehari, hoax atau bukan ?

Para dokter MLDI yth,

Mohon pencerahannya atas email berikut, apakah ini
hoax mail ataukah bukan?
Mohon informasinya dan terima kasih banyak.

regads,
dian


===================================


Minum Air 8 Gelas, Ginjal Bisa Cepat Rusak


Sekarang di iklan TV sedang trend anjuran minum delapan
gelas sehari agar tubuh tetap sehat. Ternyata, patokan
tersebut tak sepenuhnya benar. Sebab, tubuh mempunyai
batas toleransi dalam mengolah cairan yang masuk. Batas
maksimum yang bisa diolah tubuh sekitar 1,5 hingga 2 liter
setiap hari. Karena itu, sebaiknya pedoman tersebut diubah
menjadi minumlah saat haus.

"Yang menerima dampak negatif jika minum berlebihan
adalah ginjal", terang dr.HR Moh Yogiantoro SpPD-KGH.
Karena dengan banyaknya cairan yang ada di dalam tubuh,
akan terjadi dilusi atau pengenceran cairan. Kalau yang
mengalami dilusi ginjalnya sehat, maka hanya akan
mengakibatkan beser atau sering kencing. Dengan banyaknya
cairan yang keluar, natrium yang ada di dalam tubuh bisa ikut
keluar.

"Kalau sudah begitu, tubuh akan menjadi lemah karena
kekurangan natrium", papar staff SMF PenyakitDalam
RSUD dr Soetomo itu. Tapi, jika dilusi itu terjadi pada
ginjal yang kurang sehat, justru bisa mengakibatkan
terjadinya gangguan ginjal.

"Orang yang ginjalnya tidak sehat, volume kencingnya
kurang dari 1 liter. Dan, biasanya penderita berpikir dengan
makin banyak minum semakin baik", papar Yogiantoro.
"Sebab, kebanyakan akan berpikiran bahwa kencing yang
sedikit karena kurang minum", tambahnya. Padahal,
dengan begitu, kelainan pada ginjalnya semakin parah. Dan,
akhirnya jantungnya mengalami pembengkakan atau edema.
Ini terjadi karena cairan dari ginjal merembes ke jantung.

Karena itu, menurut Yogiantoro, jika memang mematuhi
pedoman kesehatan tersebut, perlu diperhatikan takaran
gelas yang digunakan.

"Kalau 250 cc, tidak akan menjadi masalah. Tapi kalau lebih
dari itu, ginjal akan bekerja lebih keras. Dan, ini bisa
menyebabkan ginjal cepat rusak. (dhe)-


Kelebihan Air Bisa Keracunan BANYAK orang beranggapan
bahwa sangat tepat memenuhi kebutuhan cairan dengan
minum delapan gelas air setiap hari. Padahal, cara ini mungkin
tak terlalu menguntungkan tubuh, tetapi justru membuat seseorang
lebih sering ke kamar mandi. Bagaimana semestinya?

Artikel di surat kabar serta majalah kesehatan dan kecantikan
umumnya menyarankan pembaca untuk minum minimal delapan
gelas air, tepatnya 64 ons, untuk memperoleh kondisi tubuh
optimal. Pendekatan ini juga dikenal sebagai patokan "8x8".
Namun, dr.Heinz Valtin dari Dartmouth Medical School di New
Hampshire mengatakan, belum ada bukti ilmiah yang mendukung
saran tentang delapan gelas air itu. Padahal, saran tersebut
berdampak cukup besar, terutama dalam hal pemasaran air kemasan.

"Setelah sepuluh bulan melakukan penelitian secara hati-hati,
memang belum ada bukti ilmiah yang mendukung patokan "8x8",
jelas Valtin yang juga penulis buku panduan tentang keseimbangan
air dalam tubuh manusia.

Menurut pakar ginjal itu - sebagaimana ditulis dalam American
Journal of Physiology -, orang mungkin lupa bahwa di dalam
makanan yang dikonsumsi juga terkandung air. Bagian Makanan
dan Nutrisi dari National Research Council merekomendasikan
seseorang untuk minum satu milliliter air dari setiap kalori
makanan yang dikonsumsi. Ini berarti menambahkan dua liter
atau sekitar 74 ons cairan dalam 2.000 kalori diet.

Lembaga tersebut menerangkan, sebagian besar cairan itu sudah
dikandung makanan. "Telah dilakukan setidaknya 43 tahun riset
atas sistem tubuh yang bernama sistem osmoregulator", ungkapnya.
Kerja sistem itu sangat akurat dan cepat. Juga sulit dipercayai
bahwa seseorang mengalami kekurangan air kronis.

Lantas, bagamaimana mekanisme tubuh mengatur keseimbangan
air? Bila seseorang masuk dalam kondisi kekurangan cairan,
tubuh akan mengompensasinya. "Caranya, membawa kembali
air yang sudah terlanjur sampai di ginjal dan memperlambat
kehilangan air dari kulit", jelasnya.

Upaya itu, lanjut Valtin, dilakukan jauh sebelum dehidrasi
dimulai. Ditambahkan, mekanisme tersebut terjadi sangat
cepat, akurat, dan berlangsung dalam hitungan menit. Dijelaskan,
perhatian terhadap saran untuk minum air delapan gelas makin
besar setelah Valtin mengumpulkan beberapa artikel di majalah
dan surat kabar yang memberikan saran serupa. "Saat saya
tanyakan pada beberapa rekan, mereka menjawab belum ada
bukti konkrit mengenai hal tersebut. Bahkan, mungkin itu mitos
belaka", tegasnya.

Lantas, pakar ginjal itu berupaya mengumpulkan beberapa studi
ilmiah yang terkait dengan topik itu. Dan, disumpulkan, kurang
tepat bila menyarankan orang lain minum air dalam jumlah banyak
saat tubuh tak memerlukannya. "Memang, orang dengan penyakit
tertentu butuh air dalam jumlah banyak. Batu pada saluran kencing,
misalnya", ungkapnya.

Dijelaskan, ada jenis minuman yang seyogianya diminum
secukupnya. Minuman ini meliputi air, teh dan bir. Pasalnya,
minuman tersebut menimbulkan efek diuretic. Bila minum
terlalu banyak, kencingpun makin sering. Valtin berharap
agar orang tak perlu merasa bersalah bila tak memperoleh
air dalam jumlah cukup. Juga tak perlu memaksakan diri
untuk membeli air kemasan berbotol-botol yang lantas
diminum di siang hari.

"Bahkan, dengan minum berlebihan, justru muncul rasa
tak nyaman karena mesti berkali-kali ke kamar mandi",
paparnya. Overdosis air juga bisa menyebabkan intoksikasi
(keracunan) air. Bahkan, hal ini bisa memicu kejang hingga
kematian.. (nda/ap)


---------------------------------------------------------------------
MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI)
Chatting, arsip, konsultasi pakar, info obat tradisional dapati
di : http://www.mldi.or.id
Subscribe, kirim mail kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, kirim mail kosong ke [EMAIL PROTECTED]
-----------------------------------------------------------------
Prev: Pengetahuan Bahaya Merokok
Next: Overload ~ Ambruk...

Tidak ada komentar: